Tahun 2045, Komputer Akan Lebih Cerdas daripada Manusia

Ditulis oleh: - -

Mungkin mesin superpintar hanya terdengar sebagai fiksi belaka dan akan terjadi pada film saja. Akan tetapi banyak para ahli yang meyakini ide mesin super itu dengan tingkat kecerdasan dapat melebihi manusia, bisa terjadi dan bukan utopis.


Robot suatu restoran di China sedang melayani pengunjung.

Para ahli yakin bahwa singularitas atau saat kecerdasan buatan menyamai bahkan melebihi manusia, bisa terjadi dalam 16 tahun lagi. Tapi ada ahli lain yang berbeda soal kapan dan bagaimana singularitas akan terwujud. 

Seorang futuris yang bernama Ray Kurzweil, telah menulis dalam bukunya "The Singularity is Near: When Humans Transcend Biology", memprediksi pada 2029 komputer akan sepandai manusia dan pada 2045, komputer bahkan miliaran kali lebih hebat dari kecerdasan manusia tanpa bantuan. 
"Perkiraan saya tidak berubah, tapi pandangan konsensus ilmuwan kecerdasan buatan telah berubah menjadi lebih dekat dengan pandangan saya," tulis Kurzweil, (8/06).
Seumpamanya, Bill Hibbard, ilmuwan komputer di University of Wisconsin-Madison, tidak berani memprediksi. Tapi Hibbard tetap yakin kecerdasan buatan akan memiliki tingkat kecerdasan manusia beberapa kali di abad ke-21.
"Bahkan jika tebakan paling pesimis saya adalah benar, itu akan terjadi selama masa orang yang sudah lahir," kata Hibbard.
Sedangkan peneliti kecerdasan buatan lain skeptis dengan ide mesin yang melampaui kecerdasan manusia. 
"Saya tidak melihat tanda-tanda bahwa kita dekat dengan singularitas," kata Ernest Davis, ilmuwan komputer di New York University.
Hibbard juga menambahkan, singularitas terwujud, orang pun tidak akan mati. Karena manusia dapat memperbaharui pada bagian sibernetika mesin tersebut. 

Namun sebaliknya, saat mesin telah sepandai manusia, menurut Robin Hanson, ekonom George Mason University di Washington DC, ekonomi akan berlipat ganda setiap bulan atau minggu. Ini telah terjadi pada singularitas sebelumnya yakni revolusi pertanian dan industri. 

Beralih Fungsi
Nah jika saat produktivitas melonjak, bisa jadi adalah bukan hal yang baik. Misalnya, robot mungkin bisa bertahan dalam skenario kehancuran yang akan melenyapkan manusia. 
"Sebuah masyarakat atau ekonomi yang dibuat terutama dari robot tidak akan takut menghancurkan alam," kata Hanson.
Sementara itu, ahli mikrobiologi perguruan tinggi Kenyon, Joan Slonczewski, mengatakan manusia telah melepaskan banyak tugas yang cerdas seperti kemampuan menulis, navigasi, menghafalkan fakta atau menghitung. 

Bahkan, sejak Gutenberg menemukan mesin cetak, manusia terus menerus mendefinisikan ulang kecerdasan dan memindahkan tugas kemanusiaan seperti merawat orangtua, orang sakit.
"Pertanyaannya yaitu bisakah kita berevolusi diri dari eksistensi, berangsur-angsur digantikan oleh mesin?" ujar Slonczewski. "Saya pikir itu merupakan pertanyaan terbuka," tambahnya. 
Slonczewski menganalogikan masa depan kemanusiaan kemungkinan mirip dengan mitokondria, pembangkit energi sel. Mitokondria sesekali adalah organisme independen, tapi pada beberapa titik, ditelan bakteri primitif. 

Bahkan mitokondria kemudian membiarkan sel secara bertahap akan mengambil alih semua fungsi, hingga sel memproduksi energi. 
"Kita seperti mitokondria, kita menyediakan energi, tapi mereka semakin, melakukan segala sesauatu," kata Slonczewski.