8 Konser Yang Berakhir Dengan Kematian Tragis

Ditulis oleh: - -

Menghadiri suatu konser merupakan hal yang sangat menyenangkan. Kegiatan tersebut adalah wajib bagi mereka yang menikmati musik. Apalagi musisi sang idola menjadi salah satu headliners, usaha apapun akan dilancarkan demi menghadiri konser tersebut.

Terkadang sebuah konser dihelat secara besar-besaran oleh sang event organizer. Dengan mendatangkan seorang bintang besar sebagai pengisi acara, sebuah konser bisa dihadiri oleh belasan hingga puluhan ribu penggemar. Tentu hal tersebut harus menjadi hal yang sangat diperhatikan. 

Saat berada di tengah kerumunan ribuan orang yang sedang berjoget dan bergoyang dapat memicu gesekan sekecil apapun. Apalagi lagi ketika bencana tak terduga datang. Kesalahan sekecil apapun dapat menyebabkan tragedi hingga berujung kematian.

Kali ini akan dibeberkan beberapa konser yang sampai memakan korban jiwa. Mudah-mudahan setelah baca rubrik ini kamu bisa lebih berhati-hati ketika datang ke konser. Dan tentunya juga dapat menikmati sebuah pertunjukan musik dengan lebih bijaksana.

1. Mawazine Festival
Festival ini dihelat di negara Maroko. Menurut beberapa sumber, festival yang digelar selama 9 hari tersebut ditujukan untuk mempromosikan reputasi Maroko sebagai negara modern. Dalam festival tersebut menghadirkan beberapa musisi papan atas dunia seperti, Stevie Wonder, Kylie Minogue, dan Ennio Morricone.


8 Konser Yang Berakhir Dengan Kematian Tragis

Namun na'as, sebuah tragedi terjadi di hari terakhir perhelatan. Saat itu polisi menutup beberapa pintu keluar. Alhasil sebagian dari mereka mencoba keluar dengan memanjat pagar. Namun sial, salah satu pagar malah roboh dan menimpa beberapa orang. Dilaporkan 11 orang tewas akibat kejadian tersebut.

2. Rosklide
Konser Rosklide di negara Denmark pada tanggal 30 Juni 2000 ini harusnya dimeriahkan oleh Pearl Jam dan The Cure. Namun akhirnya konser itu tidak dilanjutkan karena kematian sembilan orang pemuda.


8 Konser Yang Berakhir Dengan Kematian Tragis

Ketika Pearl Jam baru saja tampil, beberapa penonton mencoba untuk naik ke atas panggung. Pearl Jam menghentikan lagu dan meminta mereka untuk kembali. Namun, jumlah penonton yang sangat padat membuat mereka sulit untuk kembali hingga akhirnya jatuh dan sembilan orang meninggal.

3. Love Parade
Love Parade ini sudah sangat dikenal sebagai pestanya penggila techno musik. Namun kisah event musik techno yang diprakarsai di negara Jerman ini harus berakhir pada tahun 2010 setelah menjadi penyebab kematian 19 penontonnya.


8 Konser Yang Berakhir Dengan Kematian Tragis

Event love Parade saat itu digelar di sebuah terowongan di kota kecil Duisberg, Jerman. Bodohnya event yang dihadiri oleh 1 juta lebih penonton itu hanya menyediakan satu pintu, untuk masuk dan keluar.

Alhasil jumlah penonton yang kian bertambah membuat orang lain yang telah berada di dalam panik. Kekacauan mulai terjadi. Orang-orang mulai mencoba menyelamatkan diri masing-masing, meskipun satu-satunya jalan keluar saat itu adalah naik ke atas jembatan dan menyebabkan mereka saling berebutan.

4. The Who
Pada tanggal 3 Desember 1979 The Who dijadwalkan untuk tampil di Stadion Cincinnati Riverfront. Sebanyak 18.000 tiket ludes terjual. Anehnya pihak penyelenggara hanya menyediakan 25 petugas kepolisian untuk mengawal belasan ribu masa tersebut.


8 Konser Yang Berakhir Dengan Kematian Tragis

Konser dijadwalkan mulai pukul 20.00. Akan tetapi, hingga pukul 19.45 pihak penyelenggara belum juga membuka pintu masuk konser tersebut. Tak lama terdengar suara band The Who yang sedang melakukan persiapan di atas panggung. Alhasil para penonton yang tak sabar langsung mendobrak pintu masuk dan saling berebut untuk mendapatkan tempat terdepan. Atas kejadian tersebut, dilaporkan sebelas orang meninggal akibat terinjak-injak dan berdesakan.

5. The Beverly Hills Club
Tragedi ini terjadi di tahun 1977. Di tanggal 28 pada bulan Mei, sebuah klub di seberang jembatan Cincinnati sedang mengadakan konser yang menampilkan John Davidson. Sayangnya kemeriahan yang terjadi saat itu berakhir dengan naas.


8 Konser Yang Berakhir Dengan Kematian Tragis

Kekacauan saat itu dipicu oleh kebakaran di salah satu ruangan. Para penonton yang panik berusaha menghambur keluar ruangan. Sialnya karena terlalu banyak penonton yang hadir malam itu, mereka malah saling berjatuhan dan bertindihan satu sama lain ketika berusaha keluar. Kejadian tersebut memakan 165 korban jiwa.

6. Santika Nightclub Fire
Menghabiskan malam pergantian tahun dengan menonton sebuah pertunjukan musik adalah pilihan yang oke untuk beberapa orang. Pada malam pergantian tahun 2009, beberapa orang di Bangkok, Thailand, memilih opsi tersebut.


8 Konser Yang Berakhir Dengan Kematian Tragis

Namun na'as, sebagian dari mereka tak pernah merasakan detik pertama di tahun 2009. Malam itu klub bernama Santika tersebut kebakaran. Korban yang berjumlah 66 orang dilaporkan meninggal karena alasan sesak napas. Tetapi hingga saat ini tidak diketahui dengan pasti penyebab kebakaran tersebut.

7. Cromanon
Merupakan sebuah klub musik rock di Kota Buenos Aires, Argentina. Saat itu klub tersebut akan menampilkan band kenamaan Callejeros. Penonton yang hadir begitu membludak. Tercatat pada saat itu masa mencapai 3000 orang. Jumlah tersebut 3 kali lipat lebih banyak dari kapasitas klub itu sendiri.


8 Konser Yang Berakhir Dengan Kematian Tragis

Kekacauan berawal ketika salah seorang penonton menyalakan kembang api. Keadaan yang sangat sesak membuat banyak dari penonton lain menjadi sulit bernafas. Hal itu diperparah dengan jumlah pintu keluar yang sangat sedikit. Puncaknya 194 jiwa dilaporkan tewas di malam tanggal 30 Desember 2004 tersebut.

8. Station Nightclub Fire
Selanjutnya terjadi ketika band Great White sedang melakukan konser di West Warwick, U.S. bulan Februari 2003 silam. Konser yang harusnya menjadi ajang hura-hura tersebut malah berakhir menjadi petaka.


8 Konser Yang Berakhir Dengan Kematian Tragis

Diadakan di sebuah klub malam bernama Station, konser ini dihadiri oleh begitu banyak penggemar. Awal mula terjadinya kekacauan lagi-lagi disebabkan oleh api. Tiba-tiba dari panggung muncul kembang api. Sepertinya itu direncanakan sebagai bagian dari konser sebelum akhirnya percikan api tersebut menyambar sesuatu hingga terbakar.

Keadaan menjadi kacau. Penonton mulai berhamburan untuk keluar. Sedangkan 100 orang yang tak beruntung harus meregang nyawa malam itu karena sesak nafas.