7 Fenomena Unik dan Aneh yang Terjadi di Gurun

Ditulis oleh: - -

Gurun merupakan suatu daerah yang menerima curah hujan yang sedikit - kurang dari 250 mm per tahun. Gurun dianggap memiliki kemampuan kecil untuk mendukung kehidupan. Jika dibandingkan dengan wilayah yang lebih basah hal ini mungkin benar, walaupun jika diamati secara seksama, gurun sering kali memiliki kehidupan yang biasanya tersembunyi (khususnya pada siang hari) untuk mempertahankan cairan tubuh. Kurang lebih sepertiga wilayah bumi adalah berbentuk gurun. Namun, kali ini ada beberapa fenomena aneh dan unik yang terjadi di gurun. Mau tau fenomena apa saja itu, simak yang berikut.

1. Batu-Batu Dapat Berjalan Sendiri
Fenomena batu "berjalan", bergerak tanpa dibantu, di padang pasir yang datar, bagaimana bisa? Itulah kejadian aneh yang membingungkan dunia sains. Di tengah keheningan dan panas yang mencapai 50 derajat celsius di Lembah Kematian (Death Valley), California, Amerika Serikat (AS), batu-batu besar itu tampak bergerak pelan, tanpa dibantu, melintasi padang pasir. Batu-batu itu, beberapa di antaranya lebih dari 100 kg, maju sedikit demi sedikit dalam keanehan, dalam pola garis lurus melintasi permukaan lembah yang datar. "Perjalanan" batu-batu itu tercatat mencapai 318 meter per tahun.


Batu-Batu Dapat Berjalan Sendiri

Para ahli yakin fenomena itu disebabkan sejumlah kondisi cuaca khusus yang datang bersamaan. Studi-studi menunjukkan, sebuah kombinasi dari angin berkecepatan 90 meter per jam, pembentukan es pada malam hari, dan lapisan tipis tanah liat pada permukaan padang pasir membantu pergerakan batu-batu itu.

2. Gurun Pasir yang Ada di Tengah Gunung Salju
Pemandangan unik terlihat di Pegunungan Siberia yang dingin. Di antara gunung-gunung menjulang yang berkarpet salju berwarna putih bersih, terlihat gurun pasir tandus dengan warna kuning yang khas.


Gurun Pasir yang Ada di Tengah Gunung Salju

Sekitar 40 km dari Gunung Kodar, kawasan Trans-Baikal, Pegunungan Siberia, Rusia, ada sebuah pemandangan tidak biasa. Gurun pasir seluas 37 km2 menjadi potret kontras di antara putihnya salju yang menutupi pegunungan. Chara Sands atau Gurun Pasir Chara adalah magnet yang cukup kuat bagi wisatawan.

Daerah ini kerap memanggil wisatawan, terutama pendaki gunung yang ingin melihat sendiri keanehan alam di sini. Bukit pasir setinggi 15-30 meter membentang sepanjang sungai es di dasar pegunungan. Gundukan pasir ini benar-benar terlihat seperti padang pasir yang ada di Mesir dan sekitarnya.

Anda bisa coba menjejakkan kaki di sini untuk merasakan sendiri bahwa padang ini benar-benar diisi pasir. Sejauh mata memandang, hanya warna coklat muda khas pasir yang akan terlihat. Sesaat Anda akan merasa sedang berada di Timur Tengah, minus gerombolan unta dan pohon-pohon kaktus.

Diduga, gurun pasir ini terbentuk sekitar 50 atau 100 tahun yang lalu. Daratan segitiga yang ada di depan Gunung Sakukan terkikis oleh angin dan cuaca. Kikisan tersebut menghasilkan bukit-bukit kecil dan juga padang pasir ini.


Kadang, gurun ini juga tertutup salju terutama saat musim dingin menyapa. Namun, salju tidak pernah betah lama-lama di sana. Selesai musim dingin, gurun ini kembali memesona dengan menjadi anomali dan siap memuaskan rasa penasaran para wisatawan. 

3. Bangkai Kapal di Tengah Gurun Uzbekistan
Bangkai kapal, biasanya ada di pinggir atau dasar laut. Tapi di tengah gurun pasir Uzbekistan, terdapat bangkai-bangkai kapal yang terbengkalai dan berkarat. Tak banyak yang tahu, tempat ini dulunya kota di pesisir danau.


Bangkai Kapal di Tengah Gurun Uzbekistan

Ada kisah tragis di balik 'kuburan kapal' ini. Moynaq, dulunya adalah sebuah kota yang terletak di pesisir Laut Aral. Meskipun namanya 'sea' alias laut, Aral adalah sebuah danau luas. Laut Aral pernah menjadi salah satu dari 4 danau terluas di dunia, memegang peranan penting bagi pasokan air tawar.

Tapi sejak tahun 1960-an, air di Laut Aral perlahan-lahan menyurut. Hanya 10 persen bagian danau yang tersisa saat ini. Tak heran, surutnya air Laut Aral disebut-sebut sebagai bencana ekologi terbesar hingga sekarang. Nah, Moynaq adalah kota di pesisir danau yang paling terkena dampaknya.

Wisatawan yang datang ke Moynaq sekarang pasti mengerutkan dahi. Dari Atlas Obscura di tiap sudut kota terdapat gambar ikan. Patung-patung, mosaik, poster yang usang, bahkan di papan selamat datang Kota Moynaq. Dulu Moynaq adalah kota nelayan. Bidang perikanan menjadi mata pencaharian utama warga kota tersebut.

Tapi sejak Laut Aral surut, Moynaq mulai dikelilingi padang pasir. Hulu letaknya sangat jauh dari kota, sekitar 150 Km. Pernah pada satu waktu, warga Moynaq membuat aliran air dari laut menuju danau. Tapi kadar garam yang tinggi membuat ikan-ikan mati. Moynaq mulai ditinggalkan, perlahan-lahan selama 3 dekade.

Sekarang, Moynaq tak lebih dari kota mati. Tapi wisatawan yang penasaran bisa mendatanginya langsung, memotret hal-hal aneh seperti bangkai kapal di tengah gurun pasir. Kapan lagi Anda melihat unta-unta berkeliaran di sekitar bangkai kapal?

4. Salju Turun di Padang Pasir Arab Saudi
Fenomena aneh terjadi di Arab Saudi yang panas dan tandus. Warga setempat langsung memanfaatkan momen langka itu dengan berwisata ke pegunungan indah dan lokasi lainnya yang diselimuti salju. 


Salju Turun di Padang Pasir Arab Saudi

Tabuk, wilayah padang pasir dan pegunungan di barat laut Arab Saudi, mengalami fenomena alam yang tidak biasa. Warga dari luar Tabuk juga tak mau kalah ingin menikmati momen salju yang sangat jarang terjadi tersebut. Jalan menuju gurun dan daerah pegunungan Tabuk penuh sesak dengan mobil yang berasal dari kota-kota sekitar seperti Haql dan Bada.

5. Salju di Gurun Namibia, Afrika
Setelah mengalami kondisi kering selama lebih dari 50 juta tahun, Gurun Namib dianggap oleh para ahli sebagai padang pasir tertua di dunia. Salju yang terjadi di tanah kering Namibia merupakan peristiwa yang sangat langka. 


Salju di Gurun Namibia, Afrika

Statistik menunjukkan bahwa salju menyelimuti Gurun Namib setiap sepuluh tahun. Salju langka tersebut terakhir terjadi pada Juni tahun 2011 silam yang jatuh pada siang hari, dari pukul 11 pagi sampai sore hari. Ahli meteorologi mengatakan suhu terendah yang dicatat oleh stasiun cuaca pada hari itu adalah minus 7 derajat, di kota Otjozondjupa.

6. Badai Gurun, Irak
Mungkin mirip dengan visual efek sebuah film layar lebar. Akan tetapi badai ini benar-benar terjadi yang menerpa padang pasir barat Irak pada tanggal 26 April 2005 di daerah perbatasan Suriah dan Yordania. 


Badai Gurun - Irak

Badai itu awalnya berwarna oranye dan akhirnya berubah menjadi kegelapan total yang menyelimuti daerah itu. Ketinggian badai ditaksir mencapai 4000 - 5000 kaki. Badai debu itu terlihat sangat menakjubkan. Tidak ada kerusakan maupun korban jiwa yang diakibatkan oleh peristiwa ini.

7. Lingkaran Misterius yang berada di Gurun Namibia
Lingkaran putih yang muncul melingkari rumput di padang pasir yang tandus. Lingkaran ini sungguh misterius, dimana jumlahnya yang sangat banyak dan berpola sangat teratur. Lingkaran ini bertahan selama berpuluh-puluh tahun.


Lingkaran Misterius yang berada di Gurun Namibia


Ukuran lingkaran putih ini bermacam-macam mulai berdiameter 2 meter hingga 12 meter. Banyak yang berpendapat kalau lingkaran ini terbentuk dari aktivitas supranatural. Tetapi para peneliti beranggapan lain, hingga sekarang bagaimana terbentuknya lingkaran ini masih dalam penelitian. Sungguh ini merupakan pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan.